CAPTHER III
Untuk segalanya pasti ada waktunya...
semua tawa ,sedih ,tangis dan amarah pun akan ada jawabnya..
aku hanya kesepian...
karena ia selalu bertanya padaku..
aku tak bisa jadi pengibur bagi mereka yang haus perhatian...
aku malu pada hatiku yang selalu menahan diri namun ia kuat..
padahal ia rapuh...
hatiku yang selalu patah dengan kata-kata yang menyakitkan...
jasadku maafkan jika tak bisa memberi mu bahagia...
aku hanya ingin temukan tenang ku..
apa yang ku genggam ia takaan pernah mengerti bagaimana hatiku ingin melepasnya pergi..
aku hanya belum siap...tetapi hatinya tetap untuk masa lalunya...
apa yang aku genggam selama ini?...
belum ada jawaban.
untuk segalanya aku percaya segala jatuh dan bangkit,
meskipun aku berlari bahkan di saat aku melawan aku akan terima segalanya.
segala kecewa dan ketakutan akan kuterima.
hidup berbuatlah baik padaku..
aku selalu tenang dan bersabar menunggu kabar baikmu...
ku harap kau adil, aku terkadang putus asa dan ingin kembali kepada Nya-
tetapi aku terlalu pengecut untuk menyerah.
aku sudah sejauh ini,aku tak ingin sia-sia...
betapa kadang cinta tak selalu manis..
aku tak bisa sembuh dengan kata maaf nya..
kamu yang masih disana...
suatu saat jangan merindukan ku...
bencilah aku sekuat ingatan mu...
telepon terakhir mungkin inilah waktu dan saat nya untuk sudahi
ku ucapkan selamat tinggal semoga kau bahagia.
semua tawa ,sedih ,tangis dan amarah pun akan ada jawabnya..
aku hanya kesepian...
karena ia selalu bertanya padaku..
aku tak bisa jadi pengibur bagi mereka yang haus perhatian...
aku malu pada hatiku yang selalu menahan diri namun ia kuat..
padahal ia rapuh...
hatiku yang selalu patah dengan kata-kata yang menyakitkan...
jasadku maafkan jika tak bisa memberi mu bahagia...
aku hanya ingin temukan tenang ku..
apa yang ku genggam ia takaan pernah mengerti bagaimana hatiku ingin melepasnya pergi..
aku hanya belum siap...tetapi hatinya tetap untuk masa lalunya...
apa yang aku genggam selama ini?...
belum ada jawaban.
untuk segalanya aku percaya segala jatuh dan bangkit,
meskipun aku berlari bahkan di saat aku melawan aku akan terima segalanya.
segala kecewa dan ketakutan akan kuterima.
hidup berbuatlah baik padaku..
aku selalu tenang dan bersabar menunggu kabar baikmu...
ku harap kau adil, aku terkadang putus asa dan ingin kembali kepada Nya-
tetapi aku terlalu pengecut untuk menyerah.
aku sudah sejauh ini,aku tak ingin sia-sia...
betapa kadang cinta tak selalu manis..
aku tak bisa sembuh dengan kata maaf nya..
kamu yang masih disana...
suatu saat jangan merindukan ku...
bencilah aku sekuat ingatan mu...
telepon terakhir mungkin inilah waktu dan saat nya untuk sudahi
ku ucapkan selamat tinggal semoga kau bahagia.
Komentar
Posting Komentar